Selasa, 22 November 2011

ANALISIS RASIO


ANALISIS RASIO
Analisa rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbngan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Rasio ini akan lebih bermanfaat terutama apabila ratio tersebut dibandingkan dengan angka ratio yang digunakan sebagai standar.
RASIO PENGUKUR LIKUIDITAS
1.  Current Ratio
Ratio ini menunjukan tingkat keamanan ( margin of safety ) atas kreditur jangka pendek; atau menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut:
Aktiva Lancar
Current Ratio =
Hutang Lancar
 2.  Acid Test Ratio
Disebut juga Quick Ratio, yaitu menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan.
Dengan ratio ini persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang.
Aktiva Lancar – Persediaan
Quick Ratio = 
Hutang Lancar
 Ratio ini dimulai lebih tajam daripada current ratio karena lainnya memperhitungkan aktiva lancar yang sangat likwid.Apabila current ratio tetapi quick rationya rendah, hal ini menunjukan adanya investasi yang besar dalam persediaan.
3.  Perputaran Piutang
Atau Turn Over Receivable, yaitu menunjukan posisi piutang serta taksiran umur / waktu pengumpulanya. 
Perputaran Piutang              =    Total Penjualan Kredit
Piutang Rata-rata
Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah, sehingga keuntungan bagi perusahaan.
Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable ) adalah:
 Days of Receivable =    Piutang Rata-rata x 360               atau                      360         
                                           Penjualan Kredit                                       Perputaran Piutang
Semakin tinggi ratio days of receivable menunjukan kelemahan bagian penagihan piutang.

Keterangan:
1.      Turn over menunjukan bahwa penagihan piutang rata-rata sebanyak 3 kali dalam satu tahun.2.      Days of receivable menunjukan bahwa rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang adalah selama 120 hari.3.      Turn over 3 atau 300% berarti bahwa penjualan tahun tersebut sebesar 300% dari rata-rata piutang.4.      Ratio 300% juga menunjukan bahwa Rp. 3 penjualan kredit maka sebesar Rp. 1 belum dapat ditagih sampai akhir tahun.
4.   Perputaran Persediaan
Yaitu menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga macam persediaan:  
a.   RAW MATERIAL TURNOVER =       Cost of raw material used      
      ( Barang mentah )                           Average raw material inventory                                                                                       
b.   GOODS IN PROCESS TURNOVER =         Cost of good manufacturred
      (Barang dalam proses)                            Average work in process inventory 
        Cost of goods sold              
c.   FINISHED GOODS TURNOVER  =
      (Barang jadi )                                            Average finished goods inventory


RASIO KAS:
Disamping kedua rasio yang sudah dibahas di atas, terkadang perusahaan juga ingin mengukur seberapa besar uang yang benar-benar siap untuk digunakan untuk membayar utangnya. Artinya dalam hal ini perusahaan tidak perlu menunggu untuk menjual atau menagih utang lancer lainnya yaitu dengan menggunakan rasio lancar.
Rasio kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank (yang dapat ditarik setiap saat). Dapat dikatakan rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya.

RUMUS:
KAS + BANK
UTANG LANCAR

RASIO PERPUTARAN KAS:
Menurut James O. Gill, rasio ini berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.
Hasil perhitungan rasio perputaran kas dapat diartikan sebagai berikut ;
1. apabila rasio perputaran kas tinggi, ini berarti, ketidakmampuan perusahaan dalam
membayar tagihan.
2.sebaliknya apabila rasio perputaran kas rendah, dapat diartikan kas yang tertanam
pada aktiva yang sulit dicairkan dalam waktu singkat sehingga perusahaan harus
bekerja keras dengan kas yang lebih sedikit.
RUMUS:
PENJUALAN BERSIH
MODAL KERJA BERSIH

INVENTORY TO NET WORKING CAPITAL:
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan. Modal kerja tersebut terdiri dari pengurangan antara aktiva lancer dengan utang lancar.
PERSEDIAAN
ASET LANCAR – UTANG LANCAR

RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS
1.  Rasio Modal dengan Total Asset
Menunjukan beberapa besarnya modal sendiri yang tertanam dalam aktiva serta margin of  protection atau tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur.

Rumus:      Modal Sendiri 
                 Total Asset
 2.  Rasio Modal dengan Aktiva TetapMenunjukan seberapa besar aktiva tetap tersebut dibiayai dari modal sendiri. Semakin besar modal sendiri (Owner’s equity ) lebih menguntungkan bagi perusahaan, karena sudah sewajarnya kalau aktiva tetap dibiayai dari modal sendiri.
Rumus:    Modal Sendiri
               Aktiva Tetap  
3.   Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang
Merupakan ratio untuk mengetahui tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur jangka panjang atau untuk mengukur seberapa besar hutang jangka panjang tersebut dijamin dengan aktiva tetap yang dimilki perusahaan.
Rumus:              Aktiva Tetap     
                Hutang Jangka Panjang 

RATIO PENGUKUR RETABILITAS
1.  Ratio Operating Income dengan Operating Assets Menunjukan tingkat efisiensi perusahaan, yaitu seberapa besar operating assets tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Rumus:
                           Operting income              atau                    Laba usaha        
                         Operating Asset                                          Aktiva usaha
Apabila ratio ini rendah menunjukan adanya beberapa kemungkinan, yaitu:
·               Adanya over investment dalam aktiva yang digunakan dalam rangka memperoleh penjualan.
·               Mencerminkan rendahnya volume penjualan jika dibandingkan dengan biaya yang diperlukan.
·               Adanya inefisiensi pada perusahaan
·               Adanya kegiatan perusahaan yang menurun.
2.  Gross  Margin Ratio
Rumus:                                    Laba kotor
                                                 Penjualan 
3.  Operating  Margin Ratio
Rumus:                                    Laba usaha
Penjualan
 4.  Rasio Rentabilitas Modal Sendiri
Rumus:
Earning after tax
Modal sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar